Senin, 10 November 2014

LET NATURE SPEAK

The sun still keeps on the side of cloud
When the face of capital city harrowing hope
The dust is jumping as if it wanted to show
The broken light with some wishes
Today it feels the nature greets friendly
Forget all the past sadness which had hit our village
Among the rest of flood of water and mud
So gently throwing of humanity of ……………
Attention, satisfaction (fullness), warmth, love even only a grip of praying
Though the tears not yet dried out
There is no wish to make it eternal
Hi, will there be any friendship ?
Among the politico, biro racy, technocrat, until street singer & revenges ?
With the willingness of city nature, boundary, village as well as mountain on the land & sea ?
Don’t you blame me, the human……
During your power age
You always ignore us
You diminish our forest-cut all the trees and plants
You abolish all the water penetration area in which water is running for home
You contaminate our environment which is still virgin with all your waste
You put your rubbish of heart, mind and greed just to make us burden
Don’t  you realize that we need  to  breath, to talk and to actualize
 ourselves  / make the worth life
As it should be – Ya Khalifatullah !
But why should you destroy all what we have
From the most valuable until what we don’t need to
Don’t you have heart, hi the human ?
You spoil your own heart and friends’ as well as the closest environment of yours
Where is your honesty, love, sensitivity, smartness & humanity which so far
Become the sign of your human authority

Don’t be blinded by the gold and diamond
Hi the servant of ALLAH – we need to be regarded with all your privileges
Don’t be cruel to us, don’t waste us,  don’t destroy us, don’t humiliate us
Clearly, you still need us
For your own life, to fertilize the earth, to make you welfare
We are in the same level.
You are not my boss
You are the servant of ALLAH as well as I’m used to be being so far
Let make the better day; the better living; the better surrounding
Till the end of life; forever …………………..

The end of February 2007
When many hearts blooded

Biarkan ALAM Bicara

Mentari masih berjaga di sisi gumpalan awan
Ketika wajah ibukota menyisir asa
Debu berloncatan seakan menyingkap
Ada terpa sinar menggeliat siratkan harapan
Hari ini terasa alam ramah menyapa
Lupakan lara derita yang kemarin menerjang kampung kami
Di antara sisa-sisa serpihan endapan banjir air & Lumpur
Begitu deras arus kemanusiaan mengulurkan …………..
Perhatian, rasa kenyang, kehangatan, cinta ataupun hanya sejumput do’a

Pun air mata belumlah kering
Tiada keinginan untuk mengabadikan
Hai, adakah persahabatan yang akan terjalin…….
Antara politisi, birokrat, teknisi sampai dengan pengamen & pemulung jalanan ?
Dengan maunya alam kota, perbatasan, desa ataupun pegunungan di darat & laut

Jangan kau berprasangka pada kami, manusia
Sepanjang masa kekuasaanmu
Tiada pernah kau pedulikan kami
Kau habisi hutan-hutan kami – tebangi pohon-pohon kami
Kau hilangkan daerah resapan air
Yang rindu pada bumi tempat berpulang

Kau cemari lingkungan kami yang perawan suci dengan kekotoran buanganmu
Kau timbun sampah hati-pikiran dan keserakahanmu
Untuk menambah beban hidup kami
Tidakkah kau sadari kamipun harus bernafas, bercakap-cakap & berkarya
Sebagai layaknya engkau – wahai Khalifatullah

Kenapa engkau rusak segala milik kami semua
Dari yang paling berharga sampai dengan yang sudah tidak kami butuhkan
Begitu tidak punya hatikah engkau wahai manusia ?
Sehingga engkau rusak nuranimu, teman-teman dan lingkungan terdekatmu sendiri ?
Dimana amanahmu, cintamu, kepekaanmu, kecerdasanmu dan kemanusiaanmu?
Yang selama ini jadi tanda kekhalifahanmu ?

Banyaklah bertoubat dan berzikir kepada ALLAH
Karena hidupmu bukan milikmu
Dan kami tidak berniat merusak atau mengurangi kebahagiaanmu
Dengan banjir akibat hujan, sungai meluap atau banjir air mata, darah & Lumpur dosa ?

Wahai yang selalu ingin dimanja, disanjung & diistimewakan
Coba sejenak tengok nurani yang mungkin pekat
Oleh para jewish, munafiqin dan kafirin
Ingatlah akan Kasih Sayang ILAHI
Yang tak lapuk, tak kurang oleh angin, air dan korosi zaman
Buang segala kekotoran jiwa
Karena ia tak lagi punya tempat
Untuk diri & alam yang ingin hidup bersih, bersahaja dan beriman
Dalam SunatullahNYA
Selamanya……………………………………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar